PENYAKIT
PANU
Panu (Pitriyasis
Versikolor) ditunjukkan dengan berwarna pada kulit. Warnanya bervariasi dari
putih hingga coklat kehitaman dengan batas yang sangat tegas dibandingkan warna
kulit di sekitarnya. Bila kulit yang terkena panu tersebut dikerok maka akan
keluar serpihan-serpihankeputihan. Panu seringkali muncul di punggung atau
leher belakang.
Penyebab dari penyakit “memalukan”
ini adalah keringat yang dibiarkan menempel pada kulit dalam waktu yang lama.
Kotoran tersebut lama-kelamaan menjadi jamur yang menyebabkan panu muncul.
Ø Penyebab :
1. keringat
yang dibiarkan menempel pada kulit dalam waktu yang lama. Kotoran tersebut
lama-kelamaan menjadi jamur yang menyebabkan panu muncul.
2. Jika anak hobi berenang
(dikolam renang umum), hati-hati kulit bisa terinfeksi jamur semisal panu.
3. Beberapa faktor risiko tertentu, misalnya kelembaban yang tinggi,
sering berkeringat, meminum obat-obat antibiotik atau obat lain yang dapat
menurunkan daya tahan dalam jangka yang cukup panjang, akan membuat jamur ini berkembang
lebih pesat (overgrowth). Sehingga menimbulkan kelainan kulit, antara lain
dalam bentuk panu.
Ø Penyebaran :
Bercak tersebut akan bersisik bila digaruk. Melaui sisik inilah
penularan terjadi. Jika sisik yang rontok (akibatan garukan) menempel dikulit
orang lain, panu
pun “menyeberang”. Proses menempelnya bisa secara langsung maupun tak langsung.
Secara langsung,
umpanya bila anak sering bersentuhan dengan kulit anak lain yang terkena panu.
Secara tak langsung, misal, bila menggunakan baju/handuk yang habis dipakai
orang yang kulitnya berpanu.
Ø Pengobatan
1.
Bersihkan bagian tubuh yang terserang panu.
2.
Oleskan dengan pembasmi jamur
yang aman untuk manusia dan lakukan selama beberapa hari.
3.
Beberapa orang mengobati panu
dengan cara tradisional, yakni menggosokan lengkuas ke bagian tubuh yang
terserang panu tersebut, 2 kali sehari selama satu minggu.
4.
Apabila panu sudah menyebar ke
seluruh tubuh, sebaiknya hubungi dokter.
Ø Jamur
yang Megakibatkan:
Panu merupakan penyakit kulit yang
disebabkan infeksi jamur Malassezia Spp.
No comments:
Post a Comment